Mengapa Kita Harus Moderat?

 Mengapa Kita Harus Moderat?

Oleh Nadra Maharotul Fuadah

    Dalam KBBI, moderat berarti selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem. Saya sebagai seorang santri, jelas dapat membenarkan ini sesuai dengan 3 karakter yang selalu diajarkan dalam Ahlusunah Waljamaah, yaitu Tawasut (berada di tengah-tengah), Tawazun (seimbang), dan Iktidal (tegak lurus). Sikap Tawasut atau Moderat ini sangat penting untuk kita miliki, terutama di era globalisasi, karena dengan berkembangnya teknologi informasi, ujaran kebencian dan berita bohong dapat dengan mudah menyebar tak terkendali.

    Jikalau tidak hati-hati, maka kita bisa saja ikut terbawa-bawa dengan ajakan ekstrim yang saling membenci satu sama lain. Berkoar-koar dengan ganasnya, merasa paling benar sendiri padahal belum tentu itu kebenarannya.

    Konsep Tawasut atau Moderat sebenarnya bukanlah hal baru dalam ajaran Islam. Hal ini dapat kita temukan dalam Al-Baqarah ayat 143,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

    Dan demikianlah Kami jadikan kalian umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan supaya Rasul menjadi saksi atas kalian.

    Ayat tersebut sudah jelas melazimkan kita untuk menjadi umat pertengahan atau umat yang moderat, apalagi di Indonesia. Dengan ribuan keberagaman budaya dan agama, merupakan hal yang sangat wajar apabila kita menemukan perbedaan antara kelompok kita dengan kelompok lain.

    Jangankan antaragama, dalam satu agama pun masih terdapat beberapa golongan dan beberapa aliran yang tidak terhitung jumlahnya. Jikalau masing-masing saling merasa benar sendiri dan saling menyalahkan satu sama lain, maka kacau sudah. Padahal, Islam berarti damai. Islam seharusnya datang membawa kedamaian, bukan keributan.

    Lantas, mengapa kita harus menjadi umat yang Moderat?

   Mengutip dari tulisan Dr. Joni Tapingku, M.Th. (Rektor IAKN Toraja), terdapat 3 alasan mengapa kita harus menjadi umat Moderat, yaitu:

1. Agama hadir untuk menjaga kedudukan, nyawa, kedamaian, dan keselamatan manusia.

2. Dengan sekian banyak agama dan aliran yang ada di dunia, masing-masing kelompok dapat merasa paling benar, sehingga konflik antarkelompok pun tidak terhindarkan.

3. Keragaman Indonesia harus kita rawat budayanya, adat istiadatnya, agamanya, dan nilai kearifan lokalnya.

    Karena ketiga hal tersebut lah, kita sangat perlu untuk menjadi umat yang Moderat. Indonesia tidak akan menjadi Indonesia yang kita kenal jikalau di dalamnya hanya terdapat satu kelompok. Dunia tidak akan menjadi dunia yang kita kenal jikalau di dalamnya tidak terdapat keragaman.

    Perbedaan itu adalah anugerah. Lantas, untuk apa kita benci?

=========================================================================

Referensi:

Muhyidin Abdusshomad. "Karakter Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh dalam Aswaja" dalam NU Online. https://islam.nu.or.id/syariah/karakter-tawassuth-tawazun-i039tidal-dan-tasamuh-dalam-aswaja-nApNg

Joni Tapingku. "OPINI: Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa" dalam IAIN Parehttps://www.iainpare.ac.id/moderasi-beragama-sebagai-perekat/

Komentar